MUKADIMAH

Desember 24, 2008

Husein AididPada setiap zaman yang kita lalui pasti ada setumpuk kenangan.

Kenangan yang penuh kesan, kenangan indah dan terindah, kenangan yang menyimpan sejuta makna.

Kenangan juga ada dalam karya musik yang berupa lagu. Musik sebagai bahasa yang universal adalah suatu karya seni yang besar dan luas yang tumbuh dan berkembang dengan cara dan jalannya sendiri yang unik.

Kesejukan yang ditimbulkan suatu karya musik juga ada pada lagu-lagu lama yang menyimpan begitu banyak kenangan.

Banyak penulis lagu yang kreatif dan produktif yang memberikan kontribusi amat berarti bagi kekayaan perbendaharaan  musik Indonesia.

Banyak pula penulis lagu Indonesia yang telah tiada, yang meninggalkan reputasinya yang gemilang dan meninggalkan sejumlah karya seninya, satu diantara sekian banyak penulis lagu yang telah meninggalkan kita semua dan meninggalkan begitu banyak karya adalah HUSEIN AIDID PEMIMPIN ORKES MELAYU KENANGAN

Iklan

ORKES MELAYU KENANGAN

Desember 24, 2008

alusysyaaqTahun 1947 dua tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia, dibelahan Jakarta Barat tepatnya dikawasan Pekojan berdiri Orkes Gambus Al-Usysyaaq yang dipimpin oleh Husein Aidid.

Tiga tahun kemudian yaitu pada tahun 1950 Husein Aidid merubah dari orkes gambus Al-Usysyaaq menjadi orkes melayu yang dinamakan Orkes Melayu Kenangan yang sebelumnya peralatan musiknya menggunakan alat petik gambus, biola, accordion, gitar, bas, gendang, tamborin dan marakas ditambah dengan peralatan yang lebih modern seperti trumpet, Clarinet, Saxophone dan piano.

Tanggal 26 Oktober 1950 pk.21.30 merupakan hari yang bersejarah bagi Husein Aidid karena pada saat itu Orkes Melayu Kenangan yang dipimpinnya mulai siaran yang pertama di Radio Republik Indonesia ( R.R.I.) Jakarta dipancarkan secara nasional gelombang 19,80 – 49,63 – 61,10 dan 133,9 m. dimana saat itu radio merupakan salah satu sarana hiburan, belum ada TV. Sejak itulah nama Husein Aidid dengan Orkes Melayu Kenangan mulai dikenal masyarakat.

10-copyOrkes Melayu Kenangan mulai memberikan santapan kepada penggemar-penggemarnya melalui Radio di seluruh pelosok tanah air. Setelah mengangkasa di udara melalui pemancar RRI Jakarta, Husein Aidid disibukan oleh permintaan-permintaan masyarakat yang akan mengadakan pesta perkawinan serta pertujukan lainnya dan juga permintaan untuk rekaman dari perusahaan piringan hitam ( plaat ).

Seiring dengan kesuksesannya,Kenangan Orkes Melayu Kenangan tanggal 2 September 1951 mendapat kepercayaan oleh R.R.I. Jakarta tampil pada acara Panggung Merdeka, panggung yang sangat bergengsi pada saat itu, di Studio 5 R.R.I. Jakarta yang dipancarkan secara nasional gelombang 19,80 – 25,49 – 41,26 – 61,10 dan 133,9.

Orkes Melayu Kenangan namanya semakin mencuat, selain siaran di R.R.I dan main di tempat repsesi pernikahan juga mengadakan pertunjukan di Gedung Kesenian, Gedung GKBI, Markas Besar AURI Tanah Abang Bukit, Hotel Des Indes dll.

Sekitar tahun 1962/1963 Orkes Melayu Kenangan beberapa kali tampil di TVRI.

Biduan-biduanita yang pernah mengiringi Orkes Melayu Kenangan  adalah : Suhana, Rasni,M.Assiry, A.Rahman, Ibrahim, Latifah, Juhana Sattar, M.Sidik, Nurseha, M.Zaini, SKenangan yaugi, Henny Mariam, R.O .Unarsih, Amir Hamzah, A.Hadi, Mardiana, Asifa AS., Aujum Suar, Babay Suhainy, Nur Farida, Maesaroh, Hindun, Yohana dan Lilis Suryani.

MENGENAL HUSEIN AIDID

November 29, 2008

Husein Aidid


Husein aidid lahir di Jakarta tahun 1913, mempunyai seorang istri dan 6 orang anak, 3 putera dan 3 puteri. Pendidikan lulusan Sekolah Kampong Djawa-Batavia Centrum, jurusan Metaalbewerking.

Musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya yang sejak muda sudah bergelut dengan dunia musik, sehingga ia belajar musik dengan M.SARDI (ayah dari Idris Sardi pemain biola yang tak asing lagi).
Alat musik yang biasa dimainkan adalah piano dan biola. Dengan piano yang dimilikinya ia dapat menciptakan dan meng-arasemen lagu kemudian dituangkan dalam buku musik dengan tulisan not balok yang tersusun rapih dan syairnya diketik dalam buku khusus.

Lagu beserta syair yang diciptakan dari tahun 1950 sampai tahun 1962 sebanyak 219  lagu dengan bermacam-macam irama, yaitu : Chalta, Joget, Asli (Langgam Melayu), Masri, Gambus, Bolero, Cha Cha Cha, Rhumba, Mambo, Calypso, Waltz, Tango dan Samba. Belum termasuk lagu-lagu Gubahan, yaitu lagu-lagu dari Film India yang digubah syairnya dengan bahasa Indonesia diperkirakan sebanyak 23 lagu.

Lagu-lagunya banyak direkam oleh perusahaan piringan hitam diantaranya Serimpi, Irama, Remaco, Bali Record, Gembira Record, kala itu masih berupa plaat ( piringan hitam ), belum muncul kaset apalagi CD dan VCD.

Lagu-lagunya yang pernah difilmkan :

  • ” MENGENANG KASIH ” yang lebih dikenal oleh masyarakat PILU, dalam Film ” Hari Libur ” produksi Anom Pictures tahun 1958, dibintangi oleh Bing Slamet, Henny Temple, Rd.Ismail, dll. Sutradara A.W. Uzhara.
  • ” BERSUKA RIA ” dalam film ” Kunang Kunang ” produksi Anom Pictures tahun 1957 dibintangi oleh Sofia Waldy, Aminah Banowaty, Nany Widya, M.S.Derita dll. Sutradara Wim Umboh.
  • ” KESAWAH ” dalam film ” Sendja Indah ” produksi Persari Film tahun 1957 dibintangi oleh Ermina Zaenah, Osman Gumanti, Darussalam, Wahid Chan dll. Sutradara Rempo Urip.

Awal mulai terjun di dunia Musik yaitu pada tahun 1947 mendirikan orkes Gambus Al-Usysyaaq kemudian pada tahun 1950 mengubah dari orkes gambus menjadi orkes Melayu yang dinamakan:

Orkes Melayu Kenangan